Archive for the ‘News’ Category
Ini dia tulisan peserta Posted in News
Rekan blogger yang baik,
Mohon maaf karena baru kali ini kami sempat memutakhirkan (update) berita seputar kompetisi blog kita. Dari 156 pendaftar kompetisi, kami menerima 96 entri masuk yang tautannya dikirimkan ke email bccompetition@britishcouncil.or.id .
Mohon maaf jika ada dari rekan bloggers yang tidak mengirimkan tautan entri ke email kami (padahal sudah membuat entri) dan kami tidak memasukkan ke daftar ini, karena memang hanya mereka yang mengirimkan tautan ke email tersebut lah yang kami hitung sebagai entri resmi.
Berikut adalah ke-96 nama yang ada di daftar kami.
Eka Purwaningsih , Agung Nata , Evi Widiarti , Anggun Pribadi , Windu Radityo , Sotyasari Dhanisworo , Euis Marlina , Fadhilatul Muharam , Saumi Rizqiyanto , Odi Hutajulu , Besty Puspa Yustika , Sakti Soediro , Haikal Ananta Setiawan , Julijanta Gunawan , Rita Chrisna , Jeremy Gemarista , Riana Ambarsari , Nur Aprilia Ramadhona , Mutia Damayanti Abidin , Giri Narasoma Suhardi , Denita Biyanda Utami , Anggun Gunawan , Hepy Setya Risyani , Venny Laturette , Fitta Astriyani , Andalusia Neneng , Muhamad Frihastanto , Wahyu Aditya , Wisnu Triatmodjo , Jaja Fatmaja , Raisha Nurul , Anugrah Putra Pratama , Nabhan F. Choiron , Deffarmen Mehan , Andriyansyah , Idris Siregar , Hedi Novianto , Asyiq Aldin , Billy Koesoemadinata , Sovia , Anton Muhajir , Rika Gelar Rahayu , Riya Wati , Ivan Ronaldo , Pipit Pianita , Afin Andianto , Aditya Budiman , Aditya Bayu Aji , Maria Pakpahan , Ogit Syafarul Mabrur , Olivia D. Purba , Asruldin Azis , Dwi Rahardiani , Deasy B. Pribadi , Rasyidah , Rabbani Muh. Reza , Putri Trapsiloningrum , Pandu Gilas Anarki , Dian Ina , Maddy Pertiwi , Lasingtyas Eka Pratami , Amira Zaranadia , Aqessa Aninda , Tongki Ari Wibowo , Hanifah , Yana Kusumasari , Rista Adiningrum , Devi Raissa Rahmawati , Lia Arianti Ganni , M. Arief Gunawan , Metha Paramitha , Anvi Febriyanti , Wenny Aulia , Tombak Matahari , Puji S. Wijaya , Raut Bonita , Unee Adisti , Yusuf Abdulwahid , Azrul Makarim , Yuli Ana , Nove E. Variant , Erna M. Manna , Sari Alessandra , Bertha Diana , Ambar Arum , Ditra Purna Masyitah , Garindra Putra , Agus Setiawan , Ainan Ilmanda , Saut Miduk Togatorop , Regina Shwastika , Windunoto Abisetyo , Julivanie Aspinall , Ahmad Fauzi Ridwan , Agung Setiyo Wibowo , Adela Goenardi , Vina Triana , Tegar Juang Pambudi , Bayu Adhitya
Beberapa catatan kami:
- Mohon maaf jika ada kesalahan penulisan nama
- Jika rekan bloggers menemukan broken link, maka mohon dicoba dengan menghapus tanda / (garis miring) di akhir tautan.
- Untuk tautan yang menggunakan facebook, maka memang rekan bloggers tidak bisa melihat tulisan tersebut kecuali rekan bloggers telah berteman dengan nama tersebut di facebook
- Jika ada rekan bloggers yang merasa sudah mengirimkan tautan tetapi belum ada namanya di atas, harap memberitahu kami segera ya!
Selamat membaca, mohon maaf jika ada kekurangan, dan tunggu berita mutakhir kami berikutnya!
Salam,
Juri Kita! Posted in News
Rekan Blogger,
Ada berita menarik! Kami berhasil menggaet Dewi Lestari, Adhitya Mulya, dan Andari Karina Anom sebagai juri kompetisi blog kita.
Dewi, atau lebih dikenal dengan nama pena Dee adalah penulis yang terkenal dengan seri novel Supernova-nya; Adhit, adalah pengarang novel Jomblo yang pernah jadi fenomena beberapa tahun lalu; sementara Karin, adalah seorang jurnalis senior majalah TEMPO yang juga merupakan seorang alumni Inggris.
Ketiganya sangat kompeten…pasti!
Oleh karena itu, kepada yang belum membuat entri dan mengirimkan link-nya kepada kami, segera buat semenarik mungkin, karena blog kalian akan dikunjungi dan dikomentari oleh ketiga juri ini. Sementara untuk yang sudah mengirimkan tautan entri kepada kami, masih ada koq kesempatan untuk membuat entri-nya jadi lebih menarik!
So..tunggu apa lagi? Selamat nge-blog!
Salam,
Arsitek Muda Indonesia Berjuang di 48 Hours Design Challenge di Korea! Posted in News
Rekan blogger,
Sekedar meneruskan informasi. Seorang arsitek muda Indonesia, Ira Sophia, saat ini tengah berjuang mengikuti kompetisi 48 Hours Design Challenge di Seoul, Korea Selatan.
Ikuti perjalanan Ira di blognya www.sophisticity.com atau ikuti juga status terbarunya di twitter http://twitter.com/sophisticity
Salam,
Pendaftaran Kompetisi Blog Diperpanjang Hingga 15 Oktober 2009 Posted in News
Rekan Blogger,
Ada tiga berita ingin kami sampaikan di sini:
- Pendaftaran kompetisi blog Education UK kami perpanjang hingga tanggal 15 Oktober 2009. Dan batas akhir pengiriman tautan entri ke email kami adalah 25 Oktober 2009
- Buat semua rekan blogger yang telah mendaftar, lekas kirimkan tautan entri kalian ke email kami. Usahakan untuk tidak melewati tanggal 25 Oktober 2009.
- Jangan lupa untuk mengajak rekan blogger lain untuk mendaftar yaa! Semakin ramai, semakin seru lombanya
Informasi lebih detil mengenai kompetisi ini ada di entri kami sebelumnya (di bawah ini). Silahkan cermati, dan selamat nge-blog!
Salam,
Ikutan Kompetisi Blog Lagi Yuk!! Posted in News
Hai..hai..
Kami kembali mengadakan kompetisi penulisan blog khusus mengenai EducationUK atau pendidikan di Inggris.
Tema yang kami ambil adalah: ‘Jika kamu memutuskan belajar di Inggris, kira-kira apa sih motivasi dan alasannya?’
Hal-hal sekecil dan seremeh apapun bisa menjadi alasan menarik. Cerita dan alasan yang paling menarik itu lah yang kami cari.
Misalnya, jika ternyata kamu itu dari kecil suka sekali dengan tim sepak bola Manchester United dan berangan-angan untuk bertemu dengan salah satu bintangnya. Semakin kamu besar dan dewasa, ternyata justru sepak bola-lah yang menjadi alasan utama kamu ke Inggris dan belajar di sana. Apakah dari membaca novel atau menonton film-film Inggris seperti Harry Potter, dari mendengar cerita dari salah satu anggota keluarga yang kebetulan pernah sekolah di sana dll. (more…)
OLAHRAGA SEBAGAI SARANA PEMBELAJARAN BAHASA DAN BUDAYA Posted in News
Akan ada pemandangan berbeda di kompleks P4TK – Sawangan pada tanggal 11-13 Agustus 2009 nanti. Bahasa Inggris bakal dijumpai dalam suatu kegiatan olahraga. British Council bermitra dengan Porstmouth Football Club, atau lebih dikenal dengan julukan The Pompey, juara FA Cup 2008, kembali mengadakan turnamen olahraga antar sekolah Pompey Double Club Indonesia (PDCI).
Turnamen ini merupakan bagian dari program School Links yang diprakarsai oleh British Council. Secara umum, school links bertujuan membangun kemitraan sejajar antara sekolah di Indonesia dan Inggris sehingga guru dan siswa antarsekolah bisa bekerja sama saling bertukar pengalaman. Secara khusus, PDCI memberikan alternatif program pembelajaran bahasa Inggris secara aktif untuk anak usia 13-15 tahun dengan menggunakan olahraga sebagai media. Olahraga dipilih karena sifatnya yang menyenangkan dan mudah menyatukan banyak orang.
“Penggunaan media olahraga untuk pembelajaran bahasa Inggris merupakan suatu metode kreatif yang akan melibatkan seluruh elemen sekolah, dan dapat memperkaya metode belajar yang diterapkan di kelas”, menurut Keith Davis,Country Director British Council. (more…)
International Young Creative Entrepreneur Design Award Night 2009 Posted in News
Seniman. Pengusaha. Penyelamat Bumi. Aktivis sosial.
Sepuluh tahun yang lalu, hal-hal tersebut berdiri sendiri-sendiri.
Hari ini, keempat hal itu menghubungkan dimensi seorang wirausahawan kreatif.
Bergabunglah di acara IYCE Award 2009 Innovation Nights yang kami selenggarakan. Anda bisa bertemu dengan arsitek, pengrajin, dan desainer yang akan mentransformasi ekonomi Indonesia di masa depan.Pelajari tentang bagaimana mereka menciptakan bisnis yang mendulang sukses. Caritahu bagaimana kreativitas mereka menciptakan lapangan kerja bagi komunitas mereka, sembari menjaga agar planet kita tetap aman. Gali inspirasi dari generasi baru para pembuat perubahan.
Acara-acara yang diselenggarakan:
4 Agustus: Dari industri kreatif menjadi kota kreatif
Ridwan Kamil, pemenang IYCE Design Winner 2006 dan pemimpin Urbane, gerakan mentransformasi Bandung dan kota-kota lain di Asia Pasifik menjadi kota-kota kreatif (more…)
Sepuluh Finalis IYCE Design Awards 2009 Telah Terpilih Posted in News
Dalam penyelenggaraan International Young Creative Entrepreneur (IYCE) Awards, Indonesia menjadi satu-satunya negara yang selalu berhasil memperoleh penghargaan setiap tahunnya. Indonesia berhasil memenangkan keempat penghargaan tersebut dengan diwakili oleh Yoris Sebastian (Music 2006), Wahyu Aditya (Screen 2007), Sakti Parentean (Screen 2008) dan Oscar Lawalata (Fashion 2009). Tahun ini, Indonesia kembali berpartisipasi dalam kategori Desain.
Setelah melalui proses seleksi yang relatif ketat, akhirnya terpilih sepuluh finalis dari Indonesia yang akan diundang ke Jakarta pada tanggal 4 – 6 Agustus 2009 mendatang untuk mengikuti proses penjurian. Kesepuluh finalis tersebut berasal dari kota dan latar belakang yang berbeda, termasuk desain produk – terutama mebel, desain interior dan arsitektur. (more…)
Partisipasi Indonesia di Community Action Projects Global Changemakers Posted in News
Sama seperti Alanda Kariza, Global Changemaker asal Indonesia, yang sedang mempersiapkan Community Action Project (CAP) bertajuk Indonesian Youth Conference, Global Changemakers dari seluruh dunia yang pernah bergabung di berbagai kegiatan Global Changemakers sejak tahun 2007 pun sedang menyiapkan proyek mereka masing-masing.
Indonesia dapat menjadi bagian dari Global Changemakers dengan berpartisipasi di beberapa proyek mereka.
JAMMING FOR PEACE
Joud Kashgari (Saudi Arabia) dan Lubna Alzaroo (Palestina) akan memulai proyek Jamming For Peace pada September 2009. Mereka berdua mengajak remaja dari seluruh dunia, yang bisa memainkan alat musik, bernyanyi dan/atau menciptakan lagu, untuk berpartisipasi dalam proyek ini. Jamming For Peace terbuka bagi semua jenis musik, baik dari genre klasik maupun modern. Karena proses jamming akan dilakukan melalui Internet, pendaftar sebaiknya memiliki akses rutin ke Internet dan dapat berbahasa Inggris dengan baik untuk memudahkan komunikasi dengan peserta asal negara lain.
Kirim biodata (nama, tanggal lahir, umur, kewarganegaraan, dan alamat e-mail) beserta:
- Alasan mengapa Anda tertarik berpartisipasi di proyek ini sepanjang kurang lebih 200 kata.
- Video sepanjang kurang lebih 5 – 10 menit yang menunjukan bakat musik Anda. Jika mengirim video dirasa terlalu sulit, Anda bisa mengirimkan audio. Anda boleh maminkan lagu ciptaan Anda sendiri maupun lagu orang lain. Anda bisa menguploadnya di YouTube dan mengirimkan link video Anda di aplikasi ini atau mencantumkannya sebagai attachment lewat e-mail.
ke Jkashgari@gmail.com dan lalzaroo@googlemail.com. Pertanyaan lebih lanjut pun bisa dilayangkan ke salah satu dari dua e-mail tersebut. (more…)
Agar SBI Tak Sekadar Mengejar Gengsi Posted in News
Simposium Access English EBE akan digelar 8-11 Juni 2009 di Jakarta. Apa saja persoalan yang ada seputar pengajaran bilingual ini?
Siang itu terik di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Namun panasnya udara tak terasa di sebuah ruang kelas tujuh SMPN 19. Ada penyejuk di ruangan itu. Beberapa peralatan multimedia dan hotspot juga terlihat. Sekilas saja orang bisa langsung paham bahwa suasana kelas ini berbeda dengan kelas di sekolah-sekolah Indonesia pada umumnya. Apa lagi, guru yang mengajar menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantar.
Nama guru itu Zauki. Hari itu ia menjelaskan tentang fotosintesis atau bagaimana zat asam terbentuk. Bahasa Inggrisnya lumayan lancar meskipun logatnya masih sangat Indonesia. Setiap kali usai menjelaskan sesuatu ia bertanya, “Understand?” Murid-murid tetap diam sehingga Zauki mengulang pertanyaannya. Kali ini dalam bahasa Indonesia. “Anak-anak pada ngerti nggak?” Sontak para murid menjawab serempak. “Yeeees.”
Di kelas Zauki, murid terlihat pasif. Namun, seusai kelas, salah seorang siswi bernama Anindita menyatakan bahwa ia senang-senang saja diajar dalam bahasa Inggris. “Nggak ada kesulitan,” katanya malu-malu.
Di tempat lain, tepatnya di SD Model Islamic Village Tangerang, pemandangan serupa bisa ditemui. Di kelas satu, seorang guru matematika mengenalkan angka dalam bahasa Inggris. Di kelas empat, seorang guru menjelaskan medan magnet: di ujung ini kutub negatif, di ujung yang satunya kutub positif. Guru yang bernama Nelly itu juga membawa baterai sebagai alat peraga. Murid-murid Ibu Nelly cukup aktif. Ketika ia bertanya mengenai fungsi baterai, anak-anak berlomba menjawab, ”Car toys, calculator.”
Proses belajar dengan pengantar bahasa Inggris memang sudah berlangsung beberapa waktu di beberapa sekolah di Indonesia. Tepatnya, sejak 2005 Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) melalui Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) mencanangkan sekolah bertaraf internasional di Indonesia. Dari sekitar 450 sekolah yang menerapkan sistem ini, kini tersaring 112 yang kemudian ditetapkan sebagai Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (R-SBI).
Di sekolah yang berlabel R-SBI, bahasa Inggris tak lagi diajarkan sebagai bahasa asing. Ia juga dipakai untuk pengantar pelajaran matematika dan sains atau lazim disebut English-medium Teaching of Mathematics and Science through English (EMMS).
Tujuan yang ingin dicapai jelas. Di dunia yang makin menekankan pentingnya kecakapan berbahasa Inggris, Indonesia tak mau ketinggalan. Indonesia tak sendirian dalam menetapkan pendidikan dwibahasa atau bilingual ini. Negara-negara Asia Tenggara lain seperti Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam juga melakukan langkah serupa.
Mengingat EMMS relatif baru, pelaksanaan di lapangan memang belum sesuai skenario awal. Para guru SD Model Islam Village, Tangerang, misalnya, menyebut tentang kemampuan murid yang berbeda-beda. Oleh karenanya, bahasa Indonesia masih dipakai sekalipun penekanannya tetap pada bahasa Inggris. Mereka juga merasa kursus bahasa Inggris yang mereka ikuti selama satu bulan jauh dari memadai. “Mestinya kontinyu,” kata Azizah, guru matematika.
Untuk mengatasi persoalan ini para guru rutin mengadakan pertemuan sepekan sekali. Mereka membuat semacam panduan, worksheet. Sadar bahwa boleh jadi di antara para murid ada yang lebih pintar berbahasa Inggris, mereka juga tak ragu menyertakan masukan para murid dalam panduan ini.
Satu hal yang dirasa masih berat bagi mereka adalah materi ajar. Seringkali mereka harus mencari sendiri. Azizah, misalnya, menyebut materi untuk topik bilangan pecahan yang diterimanya dari Diknas kurang sederhana. “Buku terbitan Singapura tak serumit itu,” kata Azizah. Selain itu, masalah juga timbul kala ujian tiba. Pelajaran diujikan dalam bahasa Indonesia, sementara bahasa yang dipakai dalam pelajaran sehari-hari kebanyakan Inggris. Akibatnya, guru dan murid sama-sama bingung.
Orang tua murid mempunyai sikap beragam mengenai pendidikan bilingual. Siti Juhariah, tinggal di Jakarta, menyebut tak punya masalah dengan pengantar bahasa Inggris untuk pendidikan anak-anaknya. Kebetulan, kedua anaknya yang bersekolah di kelas akselerasi SMAN 8 Jakarta begitu lulus langsung diterima di Institut Teknologi Bandung. Retnowati, tinggal di Depok, semula berniat menyekolahkan anaknya di sebuah SMA negeri yang berlabel SBI. Namun, ia ragu-ragu begitu tahu bahwa guru-guru di sekolah itu baru saja menempuh kursus Inggris untuk kelas yang masih sangat dasar.
Konsultan pendidikan Itje Chodijah menilai pendidikan bilingual di satu sisi memang banyak manfaatnya bagi pembelajar: kognitif, kreativitas, kesadaran linguistik dan budaya, bisa menguasai bahasa lain secara lebih cepat dan efisien, serta punya nilai lebih saat masuk dunia kerja. Namun, pendidikan bilingual baru bisa efektif kalau fasilitasnya siap: kefasihan dalam bahasa Inggris, unsur penguasaan bahasa, serta buku teks yang memadai.
“Siapa misalnya yang memeriksa standar mutu bahasa Inggris para guru?” tanya Itje. Baginya, nilai TOEFL yang tinggi saja belum cukup karena agar pelajaran bisa diterima murid dengan baik, guru semestinya menerapkan sistem pembelajaran aktif yang merangsang siswa berpikir mandiri. Padahal, dalam bahasa Indonesia saja metode active learning ini belum cukup dikuasai.
Menurut Itje, harus dilakukan langkah simultan agar SBI bisa berjalan sesuai yang diinginkan. Selain penyediaan buku teks dan pelatihan kepada para guru, mesti dilakukan juga pembenahan kurikulum di perguruan-perguruan tinggi keguruan agar sejalan dengan kebutuhan. Ibaratnya, pembenahan di bagian hulu. Yang tak kalah penting, menurutnya, tuntutan SBI mesti lebih realistis. Mata pelajaran matematika dan sains menurutnya terlalu berat untuk diajarkan dalam bahasa Inggris. “Mengapa tak dicoba dulu untuk pelakaran olahraga, misalnya?”
Dengan ilustrasi beberapa masalah di atas, maka acara Simposium Access English EBE (English for Bilingual Education) yang akan digelar 8-11 Juni 2009 di Jakarta oleh British Council menjadi sangat layak ditunggu. Sebagai lembaga yang sangat peduli untuk meningkatkan pengajaran dan pembelajaran bahasa Inggris, British Council berkepentingan terhadap kesuksesan acara. Dalam acara ini, para praktisi yang merupakan mitra British Council dari kawasan Asia Tenggara akan berkumpul dan berbagi pengalaman. Ada tantangan yang sifatnya umum, ada pula yang khas setiap negara. Mereka juga bakal mendiskusikan isu-isu penting seputar perencanaan dan penerapan program EBE yang efektif dan merancang langka-langkah selanjutnya untuk perbaikan pengajaran dan pembelajaran dengan menggunakan bahasa Inggris.
Diharapkan, acara ini bakal memunculkan pemahaman menyeluruh mengenai hal-hal seputar EBE. Misalnya, pemahaman yang lebih besar dari kementerian-kementerian pendidikan akan rentang program EBE yang tersedia, pula implikasi program berjenis EBE bagi pelatih, guru, dan siswa.
Dalam seminar nanti, salah satu pembicaranya adalah John Clegg. Pada akhir 2007 yang lalu, Clegg pernah melakukan penelitian singkat di sekolah-sekolah Indonesia mengenai pelaksanaan EMMS. Saat itu ia sudah memberikan beberapa rekomendasi, misalnya tentang pemilihan beberapa sekolah sebagai model. Menarik untuk menyimak apa yang akan disampaikannya kali ini.
Anda punya pertanyaan, masukan, atau bahkan kekhawatiran seputar pendidikan dwibahasa? Tunggu kabar selanjutnya dari kami setelah acara Simposium Access English EBE yang akan digelar tanggal 8 – 11 Juni nanti.
Ditulis oleh Yusi Pareanom (May 2009) – Hak Cipta dipegang oleh British Council