Happy, Tularkan Virus Wirausaha Sejak Dini (seri wirausahawan 4) Posted in Entrepreneurship
Surabaya, 2010. Salah cetak membawa berkah. Di kantor Happy Astidiana Paramitasari (33) yang bergerak di bidang multimedia, salah cetak atau salah bakar CD lumrah terjadi. Sekalipun jumlahnya tak banyak, sampahnya tetap saja menganggu. Semula, ibu dua anak yang tinggal di Surabaya ini membuangnya begitu saja. Tapi, pada awal 2009, ia punya gagasan untuk memanfaatkannya. (more…)
No Comments »Sakti, Jaringan Lokal Lirik Layar Dunia (seri wirausahawan 3) Posted in Entrepreneurship
Jakarta, 2010 - Sakti Parantean sering merasa gemas pada tahun-tahun yang lalu. Gara-garanya, film masih lebih sering dipandang sebagai etalase kebudayaan ketimbang industri, utamanya oleh pemerintah. Disanjung-sanjung sebagai salah satu sarana pendidikan, tetapi dukungan yang diterima kecil. Padahal, sebuah produksi film atau televisi bisa mendatangkan pemasukan yang tak kecil. Bahkan, yang beroleh penghasilan bukan hanya pekerja kreatifnya, melainkan juga penyedia jasa di lokasi pengambilan gambar, misalnya penjual makanan. (more…)
No Comments »Didi, Menyulap Yang Bekas Jadi Berkelas (seri wirausahawan 2) Posted in Entrepreneurship
Depok – 2010. Didi Diarsa Adiana, 36 tahun, tak pernah belajar ilmu sulap. Namun, dari tangan pemilik Furniture Aktif yang bermarkas di Cimanggis, Depok, ini lahir produk berkelas dengan bahan dari barang-barang bekas.
Dengan memanfaatkan kayu bekas peti kemas, ia menghasilkan mebel-mebel berstandar internasional yang ramah lingkungan. Didi menekankan pada pertukangan yang cermat. Selanjutnya, ia cukup memberi sentuhan pernis mengkilap karena tekstur kayu jati belanda (pinewood) yang dipakai sebagai bahan dasar sudah memiliki daya jual tinggi.
No Comments »Irfan Amalee, Penyemai Jiwa-Jiwa Damai (seri wirausahawan 1) Posted in Entrepreneurship
Rekan bloggers,
Mulai hari ini hingga beberapa waktu kedepan, kami terbitkan kisah dan sepak terjang para champions program kewirausahaan sosial British Council, berikut cerita mereka bersama komunitas masing-masing.
Tentunya, sebagai bahan pembelajaran untuk kita semua. Selamat membaca! *cerita ini juga dimuat di laman Kompas.com*
*********
Bandung, 2010 - Mencegah konflik tak kalah penting ketimbang menyelesaikannya. Keyakinan inilah yang dipegang Irfan Amalee, 32 tahun, saat menggagas The Peace Generation Project pada 2007 lalu. Menurut pemimpin penerbitan Pelangi Mizan ini, kebanyakan konflik tumbuh dari prasangka, dan prasangka lahir dari ketidakmengertian terhadap pihak lain. Prasangka miring bisa terkikis jika hadir infomasi yang jernih dan dikemas dengan manis sejak usia dini.
Modul Pendidikan Perdamaian adalah karya pertama Peace Gen. Modul ini kemudian dilengkapi dengan buku-buku. Selanjutnya, dengan menggandeng beberapa mitra, proyek ini menggelar pelatihan untuk pelatih, guru, dan fasilitator komunitas dari dalam dan luar negeri. Peserta pelatihan, sekitar 500 orang, kemudian mendistribusikan buku-buku tersebut langsung dari pintu ke pintu ke rumah-rumah, sekolah-sekolah, dan lembaga-lembaga nonpemerintah di daerah konflik seperti Aceh, Kalimantan, dan Sulawesi.
Proyek Irfan tak serta-merta disambut hangat. “Awalnya banyak penolakan, kami dianggap membawa agenda Barat,” kata Irfan. Namun, sering waktu semakin banyak orang yang melihat manfaat program Peace Gen dan memberikan dukungan. Para guru, misalnya, menyebut setelah pendidikan perdamaian digelar, anak didik secara umum menjadi lebih toleran, menghargai perbedaan, dan berkurang agresivitasnya.
No Comments »New Interesting Subject: MA in Counter Terrorism Posted in Education
In 2010 a new post-graduate programme, MA in Terrorism and International Security, will be launched at the University of Indonesia (UI) in Jakarta.
Staff from the School of Politics and International Relations at the University of Nottingham (UoN) in the UK have been acting on a consultancy basis, engaged by the British Council Indonesia who initiated and managed the project, advising UI staff on course content, learning outcomes and the overall rationale of the programme.
No Comments »











